Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Ekuitas?


 Ekuitas merupakan hak alias kepentingan pemilik perusahaan pada harta perusahaan, mewakili jumlah uang yg akan dikembalikan terhadap pemegang saham perusahaan apabila semua aset dilikuidasi serta semua hutang perusahaan dilunasi.

Selain itu, ekuitas pemegang saham mampu mewakili kualitas buku sebuah perusahaan. Ekuitas terkadang ditawarkan sebagai pembayaran dalam bentuk tipe yg juga mewakili kepemilikan saham perusahaan dengan cara pro-rata.

Ekuitas mampu ditemukan di neraca perusahaan serta menjadi salah satu tahap data yg dipakai oleh analis untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan.

Adapun jumlah ekuitas mampu berkurang apabila ada penarikan kembali penyertaan oleh pemilik perusahaan, pemecahan jatah keuntungan, serta yg terburuk, adanya kerugian perusahaan. Nilai dari sebuah ekuitas juga mampu menjadi negatif apabila jumlah kewajibannya lebih besar dibandingkan dengan jumlah aset alias istilahnya defisit.

Unsur Ekuitas

Setiap perusahaan harus mengatur kualitas ekuitasnya dengan cara baik serta rinci. Agar tak defisit, kualitas ekuitas harus lebih besar dibanding dengan kualitas liabilitas alias jumlah kewajibannya. Berikut unsur-unsur ekuitas:

1. Modal Disetor

Modal yg disetor merupakan jumlah uang yg disetorkan oleh para pemegang saham serta dibagi lagi menjadi dua golongan yaitu modal saham yakni jumlah dari kualitas saham yg ada. Lalu, agio alias disagio saham yaitu selisih jumlah setoran pemegang saham dengan jumlah kualitas sahamnya. Agio merupakan selisih di atas nominal serta disagio merupakan kebalikannya. 

2. Laba Tidak Dibagi

Laba tak dibagi merupakan yg didapat pada tahun-tahun sebelumnya yg tak dibagi alias tak diambil. Apabila laba bersaldo debit, jadi bukan lagi dianggap sebagai keuntungan, tetapi defisit.

3. Modal Penilaian Kembali

Modal penilaian kembali merupakan selisih antara modal pada periode sebelumnya dengan modal yg akan dikeluarkan pada periode ketika ini. Perusahaan mampu memasukkan sisa modal yg ada pada periode sebelumnya ke pembukuan periode selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan sisa modal yg ada.

4. Modal Sumbangan

Yaitu ketika perusahaan memperoleh aktiva baru yg bersumber dari sumbangan pihak lain. Perusahaan sama sekali tak mengeluarkan modal untuk pembelian alias hanya untuk memperoleh aset baru.

5. Modal Lain-lain

Modal lainnya mampu didapatkan dari beberapa macam cadangan yg ada, modal ekspansi, cadangan penurunan harga, persiapan pelunasan obligasi, serta lain-lainnya. Untuk jumlah keuntungan yg tak mampu dibagi yg sudah masuk ke dalam cadangan dana tak mampu diminta lagi sebagai sebuah dividen.

Jenis Ekuitas

Ekuitas menjadi salah satu faktor yg mampu dipakai sebagai perhitungan analis keuangan. Jenis ekuitas yg tak jarang dipakai yaitu:

1. Ekuitas Pemegang Saham

Ekuitas pemegang saham merupakan seluruh jumlah uang yg akan dikembalikan terhadap pemegang saham apabila seluruh aset yg dimiliki oleh perusahaan dilikuidasi serta seluruh utang perusahaannya dibayarkan. 

Ekuitas pemegang saham juga menjadi faktor penentu keadaan keuangan perusahaan serta menjadi kualitas dari perusahaan itu sendiri. 

2. Ekuitas Pemilik Perusahaan

Ekuitas pemilik perusahaan selanjutnya diterapkan di beberapa perjuangan yg tak masuk ke dalam bursa efek. Seluruh keuntungan akan masuk ke kantong pemilik usaha, jadi kualitas ekuitasnya juga menjadi kualitas ekuitas dari pemilik usaha.

3. Pembiayaan Ekuitas

Pembiayaan ekuitas mampu dilakukan sebagai salah satu siasat untuk mencari modal. Saham yg ada di perusahaan mampu dipasarkan ke investor serta yg akan terjadi pembiayaannya mampu dipakai untuk berbagi perusahaan.

4. Ekuitas Rumah

Ekuitas rumah biasa disebut dengan kualitas dari rumah yg dikurangi dengan jumlah utang hipotek. Ekuitas rumah sangat penting bagi mereka yg akan membeli alias menjual rumahnya.